
Islamic Online University Aqidah 301
130
waktu ke waktu melalui nabi-nabi pilihan dan rasul di antara merek, sehingga mereka menjalani
hidup yang terang dan taat, menjauhkan diri dari godaan setan dan jalan iblis dan keturunanya,
surga yang abadi dapat didapatkan kembali oleh manusia (2:36-39,7:23-25).
iv. Konsep nabi dalam Islam
Berdasarkan filosofi Islam, janji Allah dipenuhi dengan Nabi dan Rasul dari Adam
(alaihissalam), dimana Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wasallam) menjadi Nabi penutup dari
rantai kenabian juga nabi-nabi dan rasul-rasul yang tidak diketahui (utusan ) Allah, bebeapa
diantaranya adalah Nuh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishak, Daud, Zakariah, Yunus, Yahya, Yakub,
Joseph, Musa, Harun, Sulaiman, Idris, Zulkifli, Ilyas dan lain-lain yang telah disebutkan dalam
Taurat yag diwahyukan kepada Musa (alaihissalam) dan dalam Al-Qur’an yang diturunkan
kepada Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wasallam) (Al-Qur’an 4:163-165, 5:21: 6:84-90: 23:23-
50:57:26-27). Semua nabi dan rasul ini adalah laki-laki denga karakter teguh, dipilih dan
ditunjuk oleh Allah untuk memberi petunjuk kepada orang-orang, suku, dan masyarakat tertentu
di masa tertentu, diperkuat dengan wahyu Allah dan kitab-kitab agamawi yang berisi hukum dan
petunjuk yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan sosial dan spiritual yang seimbang yang
sesuai dengan persamaan hak asasi manusia dan bertujuan pada tujuan utama untuk memasuki
surga: semua nabi mengajarkan agama yang sama, Islam, yang sesuai dengan masanya yang
ditekankan pada permainan yang adil, keadilan dan keimanan, begitupun dengan ketaatan kepada
Allah yang Maha Esa yang merupakan satu-satunya Perencana, Pendesain, Pencipta, Pemberi
rezki dan Pemelihara seluruh semesta dan segala yang ada di dalamnya (42:13): semua nabi ini
telah ditugaskan dalam masanya dengan tugas tertentu untuk mengantarkan dan membimbing
hanya pada orang-orang tertentu kecuali Nabi dan Rasul terakhir, Muhammad (Shallallahu
‘alaihi wasallam), yang ditugaskan oleh Allah sebagai Nabi terakhir untuk menyempurnakan
agama Islam dengan kitab wahyu terakhir, Al-Qur’an, yang merupakan “kalimat Allah” dan
terjamin dari segala kerusakan hingga “hari akhir” juga sebagai wahyu untuk sebagai petunjuk
utama dalam emansipasi spiritual manusia secara keseluruhan dengan mengantarkan pada
kehidupan sosial yang seimbang hingga “hari akhir” (2:87; 4:82:, 5:92, 6:19,92:, 9:6, 15:9, 27:6,
45:2 56:77,78) yang merupakan batu landasarn dalam keyakinan dan keimanan islami.
Kedudukan nabi dalam Islam, seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an, adalah seluruh
utusan Tuhan membawa kabar gembira juga peringatan (57:26, 11:25). Adam, Nuh, dan Ibrahim
serta Imran, dipilih oleh Tuhan (3:32). Ibrahim dijadikan pemimpin bagi manusia, dipilih di
dunia ini dan sosok teladan, dapat dipercaya juga seorang nabi (2:124,130: 16:129). Ismail yang
dapat dipercaya dalam janji dan seorang nabi (19:54). Musa yang disucikan dan seorang nabi
(19:66). Al-Qur’an menyatakan bahwa Ibrahim, Ishak, Yakub, Buh, Daud, Sulaiman, Ayub,
Joseph, harun, Musa, Zakaria, Yahya, Isa, Ilyas, Isamail, Ilyasa, Yunus, dan Luth semuanya
dermawan, saleh, dan agung 96:84-87) dan mereka diberikan kitab, kekuasaan, dan kenabian
(6:89).